Gali ilmu K.H Ahmad Dahlan yang dibawakan oleh pemateri : Eka Mulyani Nurrosyiah (Alumni IPM 2020-2021)
Kemuhammadiyahan adalah gerakan Islam modern yang lahir di Indonesia pada awal abad ke-20. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pendekatan keagamaan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
Salah satu elemen utama dalam Kemuhammadiyahan adalah semangat “gali ilmu” atau mencari pengetahuan dan wawasan untuk memberdayakan diri dan masyarakat.
1. Akar Sejarah Kemuhammadiyahan:
Gerakan Kemuhammadiyahan berawal dari pemikiran dan usaha dari tokoh perintisnya, yaitu KH Ahmad Dahlan. Beliau menyadari pentingnya pendidikan dalam menghadapi tantangan zaman, sehingga mendirikan pesantren pertama di Yogyakarta pada tahun 1912. Pesantren ini menjadi pusat “gali ilmu” bagi masyarakat sekitar.
2. Fokus pada Pendidikan dan Pengetahuan:
Kemuhammadiyahan mendorong masyarakat untuk selalu mencari pengetahuan dan mengembangkan keterampilan. Pendidikan formal di pesantren menjadi sarana utama untuk memperoleh ilmu agama, bahasa, sains, dan teknologi. Selain itu, Kemuhammadiyahan juga menekankan pentingnya membaca dan menulis sebagai sarana “menggali ilmu” melalui literasi.
3. Cinta Tanah Air dan Peran dalam Masyarakat:
Gerakan Kemuhammadiyahan tidak hanya berfokus pada pembentukan individu yang beriman, tetapi juga patriotik terhadap tanah air. Mereka mengajarkan nilai-nilai cinta tanah air, kepedulian sosial, dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat “gali ilmu” dipadukan dengan semangat berkontribusi bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
4. Keberagaman dan Toleransi:
Kemuhammadiyahan dikenal sebagai gerakan yang menganut prinsip keberagaman dan toleransi. Mereka menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dalam masyarakat, baik perbedaan agama, suku, budaya, maupun pandangan politik. “Gali ilmu” tentang keberagaman dan menyejukkan hubungan antar kelompok adalah bagian dari nilai-nilai yang ditanamkan dalam gerakan ini.
5. Pengabdian dan Peningkatan Kualitas Kehidupan:
“Gali ilmu” dalam Kemuhammadiyahan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu mensejahterakan masyarakat. Gerakan ini mengajarkan pentingnya berkontribusi dalam membangun masyarakat yang maju dan beradab, serta terlibat aktif dalam membantu mereka yang membutuhkan.
“Semangat “gali ilmu” dalam Kemuhammadiyahan merupakan fondasi kuat bagi perkembangan pendidikan dan masyarakat Indonesia. Gerakan ini tidak hanya mencetak individu yang berpengetahuan luas, tetapi juga berjiwa sosial, peduli terhadap tanah air, dan menghargai keberagaman. Dengan tetap mempertahankan semangat “gali ilmu,” Kemuhammadiyahan tetap relevan dan berperan penting dalam memajukan bangsa dan membentuk warga negara yang berkualitas.”
