SMK MUTU Cikampek di MAJALAH VOKASI

Alhamdulillah SMK MUTU Cikampek di MAJALAH VOKASI ~Majalah Vokasi Majalah informasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, berisi beragam informasi mulai dari trend dunia pendidikan, bantuan dan juga informasi sekitar dunia kerja(SMK TI Muhammadiyah Cikampek – Majalah Vokasi )Hadir sejak 2003, mulanya SMK TI Muhammadiyah Cikampek, Jawa Barat, ini hanya menyajikan tiga bangunan lokal untuk ruang kelas, ditambah satu ruang tata usaha dan satu ruang praktik. “Dulunya sekolah ini hanya melayani sekitar 90-an siswa, seiring dengan imej sekolah ‘buangan’,” ujar Kepala SMK TI Muhammadiyah Cikampek Dede Setia Budi.Sejak dilantik menggawan-gi SMK ini sejak 2008, Dede pun memulai pembenahan di ling-kungan sekolah. Imej yang kurang baik mulai diperbaiki dengan me-lakukan penataan bangunan se-kolah dan ruangan. Dari mulanya menghadirkan jurusan teknik kendaraan ringan (TKR) saja,

Mungkin gambar 2 orang, termasuk Dede Setiabudi, orang berdiri dan teks yang menyatakan 'KEREN SMK TI Muhammadiyah Cikampek YANG TERUS MENJADI FAVORIT banyak diminati karena industri yang terus sekolah ni tak henti cetak ulusan kompeten. sejak SMK mulanya Jawa Barat, hanya bangunan tambah kelas, usaha imej Dede Muhammadiyah Cikampek Budi. dilantik menggawan- ja2008 ling- dengan me- penataan bangunan se- ruangan. menghadirkan jurusan teknik kendaraan ringan'

pada 2009 sekolah ini mulai menyajikan jurusan baru hingga saat ini menjadi enam pro-gram keahlian, yakni teknik kom-puter jaringan (TKJ), rekayasa perangkat lunak (RPL), otomatis-asi tata kelola perkantoran, teknik bisnis sepeda motor (TBSM), teknik mekanik industri (TMI), dan TKR. “Akhirnya, melalui penataan ini kami berhasil mendapat ke-percayaan masyarakat dengan bertambahnya jumlah siswa. Pada 2015 kami pun mendapatkan penghargaan sebagai sekolah fa-vorit. Dari dulunya hanya 96 sis-wa, sekarang sekolah ini memiliki 1.985 siswa,” terang Dede.Bahkan, pada 2016 didirikan SMK TI Muhammadiyah 2 yang berlokasi tak jauh dari sekolah ini guna menampung minat calon siswa yang terus meningkat ter-hadap sekolah ini. “Saat ini sekolah tersebut memiliki sekitar 600 siswa,” jelas Dede.Alhasil, sekolah ini pun ke-rap mendapatkan perhatian dari Kemendikbud, misalnya menjadi sekolah rujukan nasional serta menjadi SMK Center of Exellence (CoE) pada 2020 dan lulus gelom-bang pertama untuk SMK Pusat Keunggulan (PK) pada tahun ini. “Tentunya, sekolah ini juga harus menjalankan semua program yang dikeluarkan oleh Kementerian. Karenanya, kami juga harus mem-bantu sekolah yang lain, serta ma-syarakat di sekitarnya,” ujar Dede.Selain itu, Dede mengaku juga terus mengembangkan se-kolahnya, terlebih menjaga minat masyarakat terhadap SMK. Ada-pun fasilitas yang dikembangkan tersebut, yakni mengembangkan bursa kerja guna meningkatkan penyaluran kerja para lulusannya serta membina hubungan dengan perguruan tinggi. Ditambah lagi, “Dua tahun belakangan ini kami terus membina kewirausahaan,” tuturnya“Mungkin karena kami banyak bekerja sama dengan perusahaan nasional, minat masyarakat terhadap sekolah ini begitu besar.Binaan IndustriMemiliki banyak siswa, sekolah ini juga terus menggiatkan kerja sama dengan pihak industri, mis-alnya saja jurusan TKR yang telah menjadi binaan Toyota sejak 2012. “Sampai sekarang Toyota terus memantau perkembangan juru-san TKR ini. Pada masa pandemik ini, misalnya, mengadakan meet-ing zoom untuk pelatihan para pengajar di sini,” terang DedeAdapun jurusan lainnya, se-perti TBSM, sekolah telah meng-gandeng perusahaan otomotif Honda, mulai dari penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, hingga rekrutmen. Demikian juga dengan jurusan TKJ dan RPL yang menggaet raksasa elektronik Samsung, dan TMI dengan Chem-ko. “Mungkin karena kami banyak bekerja sama dengan perusahaan nasional, minat masyarakat ter-hadap sekolah ini begitu besar,” ujar Dede.Karenanya, jangan heran bila berkunjung ke sekolah ini bakal disajikan pemandangan layaknya industri. Sebagian siswanya ter-lihat bekerja layaknya di industri di beberapa ruang kelas, yang diawasi langsung oleh pihak in-dustri. Tak hanya keuntungan dapat langsung praktik, para sis-wa juga mendapatkan honor dari pekerjaan tersebut.Menyoal masa pandemik, Dede mengaku mengaku men-dapatkan tantangan dalam me-nanamkan pendidikan karakter terhadap para siswanya yang me-lakukan pembelajaran jarak jauh. “Jadi, mereka terbiasa hidup di lingkungan yang tidak teratur la-yaknya budaya yang diterapkan di sekolah,” terangnya.Di samping itu, Dede pun mengakui program SMK PK yang dinilainya amat bagus karena se-kolah diharuskan membuat pro-gram rancangan kerja ke depan-nya. Ditambah lagi, keterlibatan industri, dunia usaha dan kerja (IDUKA) harus besar, di samping penanaman kewirausahaan yang harus berjalan. “Sekolah juga tidak maju sendiri karena harus menggandeng yang lainnya. Kami juga akan memberikan beasiswa sekolah gratis untuk calon sis-wa tidak mampu dari beberapa desa,” pungkasnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *